Kamis, 20 Desember 2012

Anak SMA yang nakal

Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.

Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.

Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.

Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes untuk membantah kata-katanya.

Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Ria yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat ini.


Cerita sex kali ini menceritakan anak SMA yang nakal  . oke deh langsung saya dibaca ya , tapi jangan setengah setengah karena yang ceritanya bakal merasup jika anda baca dari awal sampai akhir oke , dan jangan lewatkan cerita sex terbaru lainya disini
Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.

Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaanbugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.

Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Ria mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.

Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria. Tahu-tahu Ria mendorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.

Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Ria dengan nada tinggi.

Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini aja ya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria, lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun.Aku kaget dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang.

Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok.. cplok… cplok…” Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.

Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat “45″ tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria berkata,
“Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya.
“Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan nada ketus.
Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya.

jangan lupa di like y...............

centilnya kakak ipar

Aku Adi. Dan usiaku sekarang 32 tahun. Aku sudah beristri dengan 1 anak usia 2 tahun. Kami bertiga hidup bahagia dalam artian kami bertiga saling menyayangi dan mencintai. Namun sebenarnya aku menyimpan rahasia terbesar dalam rumah tanggaku, terutama rahasia terhadap istriku.
Bermula pada beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih berpacaran dengan istriku. Aku diperkenalkan kepada seluruh keluarga kandung dan keluarga besarnya. Dan dari sekian banyak keluarganya, ada satu yang menggelitik perasaan kelaki-lakianku, yaitu kakak perempuannya yang bernama Ima (sebut saja begitu).

Ima dan aku seusia, dia hanya lebih tua beberapa bulan saja, dia sudah menikah dengan suami yang super sibuk dan sudah dikaruniai 1 orang anak yang duduk di sekolah dasar. Dengan tinggi badan sekitar 160 cm, berat badan seimbang, kulit putih bersih, memiliki rambut indah tebal dan hitam sebahu, matanya bening, dan memiliki suara agak cempreng tapi menurutku sungguh seksi, sangat menggodaku.

Pada awalnya hubungan kami biasa-biasa saja, seperti misalnya pada saat aku mengapeli pacarku kerumahnya atau dia menemani pacarku main kerumahku, kami hanya ngobrol seperlunya saja, tidak ada yang istimewa sampai setelah aku menikah 2 tahun kemudian. Dia menghadiahi kami (aku dan pacarku) dengan sebuah kamar di hotel berbintang (untuk bulan madu) dengan dia bersama anak tunggalnya ikut menginap di kamar sebelah kamarku.

Setelah menikah, frekuensi pertemuanku dengan Ima jadi lebih sering, dan kami berdua lebih berani untuk ngobrol mendalam sambil diselingi canda-canda konyol. Pada suatu hari, aku dan istri beserta mertuaku berdatangan kerumahnya untuk weekend dirumahnya yang memang nyaman. Dengan bangunan megah berlantai dua, pekarangannya yang cukup luas dan ditumbuhi oleh tanaman-tanaman hias, serta beberapa pohon rindang membuat mata segar bila memandang kehijauan di pagi hari. Letak rumahnya juga agak jauh dari tetangga membuat suasana bisa lebih private. Sesampainya disana, setelah istirahat sebentar, rupanya istriku dan ibu mertuaku mengajak untuk berbelanja keperluan bulanan. Tetapi aku agak mengantuk, sehingga aku meminta ijin untuk tidak ikut dan untungnya Ima memiliki supir yang dapat dikaryakan untuk sementara. Jadilah aku tidur di kamar tidur tamu di lantai bawah.

Kira-kira setengah jam kemudian aku mencoba untuk tidur, anehnya mataku tidak juga terpejam, sehingga aku putus asa dan kuputuskan untuk nonton TV dahulu. Aku bangkit dan keluar kamar, tetapi ternyata Ima tidak ikut berbelanja. Ima menggunakan kaus gombrong berwarna putih, lengan model you can see dan dengan panjang kausnya sampai 15 cm diatas lutut kakinya yang putih mulus.
"Lho..kok nggak ikut ?" tanyaku sambil semilir kuhirup wangi parfum yang dipakainya, harum dan menggairahkan,
"Tauk nih..lagi males aja gue.." sahutnya tersenyum dan melirikku sambil membuat sirup orange dingin di meja makan.
"Anto kemana..?" tanyaku lagi tentang suaminya.
"Lagi keluar negeri, biasaa... urusan kantor.." sahutnya lagi. Iman berjalan lesu.
Lalu aku menuju ke sofa di depan TV kemudian aku asik menonton film di TV. Sementara Ima berlalu menuju tingkat atas (mungkin ke kamarnya).
Sedang asik-asiknya aku nonton, tiba-tiba kudengar Ima memanggilku dari lantai atas;
"Di..Adi..."
"Yaa.. Ada apa?" sahutku,
"Kesini sebentar deh Di..", dengan santai aku naik tangga dan mendapatinya sedang duduk di sofa besar untuk 3 orang sambil minum sirup orangenya dan nonton TV. Di lantai atas juga terdapat ruang keluarga mini yang lumayan apik dengan lantai dilapisi karpet tebal dan empuk, dan hanya ada 1 buah sofa besar yang diduduki Ima.

"Ada apa neng..?" kataku bercanda setelah aku sampai diatas dan langsung duduk di sofa disampingnya, aku diujung kiri dekat tangga dan Ima diujung kanan.
"Rese lu.. sini dong temenin gue ngobrol ama curhat" katanya,
"Curhat apaan?",
"Apa ajalah, yang penting gue ada temen ngobrol" katanya lagi.
Maka, selama sejam lebih aku ngobrol tentang apa saja dan mendengarkan curhat tentang suaminya. Baru aku tahu, bahwa Ima sebenarnya bete berat dengan suaminya, karena sejak menikah sering ditinggal pergi lama oleh suaminya, sering lebih dari sebulan ditinggal.
"Kebayangkan gue kayak gimana ? Kamu mau nggak nemenin gue sekarang?" tanyanya sambil menggeser duduknya mendekatiku lalu Ima meletakkan gelasnya dimeja samping. Aku dengan cepat bisa menebak apa yang ada dipikirannya dan yang diinginkannya saat ini.
"Kan gue sekarang lagi nemenin lu.." jawabku lagi sambil membenahi posisi dudukku agar lebih nyaman dan agak serong menghadap Ima. Ima makin mendekat ke posisi dudukku. Setelah mendekat duduk denganku lagi, Ima mulai membelai rambutku dengan tangan kirinya sambil bertanya,
"Mau..?", aku diam saja sambil tersenyum dan memandang matanya yang mulai sayu menahan sesuatu yang bergolak.
"Gimana sama orang rumah lainnya (pembantu-pembantunya) dan gimana kalau mendadak Riska (istriku) dan nyokap pulang ?" tanyaku,
"Mereka nggak akan datang kalau aku nggak nelpon dan lu tau sendiri kan nyokap bisa jam-jaman kalau belanja." jawabnya semakin dekat ke wajahku.
Sedetik kemudian tangan kirinya telah dilingkarkan dileherku dan tangan kanannya telah membelai pipi kiriku dengan wajah yang begitu dekat di wajahku. Diiringi nafas harumnya yang sudah mendengus pelan tetapi tidak beraturan menerpa wajahku. Tanpa pikir panjang lagi, tangan kananku kuselipkan diantara lehernya yang jenjang dan rambutnya yang hitam sebahu, kutarik kepalanya dan kucium bibir merah mudanya yang mungil. Tangan kiriku yang tadi diam kini mulai bergerak secara halus membelai-belai pinggang kanannya.
"Mmhh..mmhh.." nafas Ima mulai memburu dan mendengus-dengus, kami mulai saling melumat bibir dan mulai melakukan french kiss. Bibir kami saling menghisap dan menyedot lidah kami yang agak basah, very hot french kiss ini berlangsung dengan dengusan nafas kami yang terus memburu.

Aku mulai menciumi dagunya, pipinya, keningnya, kujilati telinganya sebentar, menuju belakang telinganya, kemudian bibir dan lidahku turun menuju lehernya, kuciumi dan kujilati lehernya,
"Ehhnngg.. Ahhdhii.. oohh.. honeey.. enngghh" desahnya sambil memejamkan matanya. Menikmati permainan bibir dan lidahku di leher jenjangnya yang putih. Kedua tangannya merengkuh kepalaku, sementara kepala Ima bergerak kekiri dan kekanan menikmati kecupan-kecupan serta jilatan di lehernya.
Tangan kiriku yang awalnya hanya membelai pinggangnya, kemudian turun membelai dan mengusap-usap beberapa saat dipaha kanannya yang putih, mulus dan halus untuk kemudian mulai menyelusup kedalam kaus gombrongnya. Menuju buah dadanya. Aku agak terkejut merasakan buah dadanya yang ternyata besar, bulat dan masih kencang, padahal setahuku Ima memberikan ASI eksklusif ke anak tunggalnya selama setahun lebih.

Tanganku bergerak nakal membelai dan meremas-remas lembut dengan sedikit meremas pinggiran bawah buah dada kanannya.
"Toketmu masih kencang dan kenyal ya neng." kataku sambil kulepas permainan lidahku dilehernya. Dan memandang wajahnya yang agak bersemu merah. Tanpa menyudahi remasan tanganku di buah dada kanannya.
"Kamu suka yaa.." sahutnya sambil tersenyum dan aku mengangguk.
"Terusin dong.." pintanya manja sambil kembali kami berciuman dengan bergairah.
"Mmhh.. mmhh.. ssrrp.. ssrrp.." ciuman panas kami beradu kembali. Sangat panas. Tangan kiriku tetap menjalankan tugasnya, dengan lembut membelai, meremas, dan memuntir puting yang kenyal dan mengeras.

Tangan kanan Ima yang tadinya berada dikepalaku, sudah turun membelai tonjolan di selangkanganku yang masih terbungkus celana katun. Ima menggosok-gosokkan tangan kanannya secara berirama sehingga membuat aku makin terangsang. Penisku makin mengeras dibuatnya. Nafas kami terus memburu diselingi desahan-desahan kecil Ima yang menikmati foreplay ini. Masih dengan posisi miring, tangan kiriku menghentikan pekerjaan meremas buah dadanya untuk turun menuju selangkangannya. Ima mulai menggeser kaki kanannya untuk meloloskan tangan nakalku menuju sasarannya. Aku mulai meraba-raba CD yang menutup vaginanya yang kurasakan sudah lembab dan basah. Perlahan kugesek-gesekkan jari jemariku sementara Ima pasrah. Merintih-rintih dan mendesah-desah menikmati permainan jemariku.

Pagutan-pagutan kecil bibirku serta jilatan-jilatan lidahku dilehernya yang jenjang dan halus. Diiringi desahan dan rintihannya berulang-ulang. Pinggulnya diangkat-angkat seperti memohon jemariku untuk masuk kedalam CDnya. Meningkatkan finger playku. Tanpa menunggulebih lama, jariku bergerak membuka ikatan kanan CDnya dan mulai membelai rambut kemaluannya yang ternyata tebal dan lebat. Jari tengahku sengaja kuangkat dahulu untuk sedikit menunda sentuhan di labia mayoranya. Sementara jari telunjuk dan jari manisku bekerja menggesek bagian atas vaginanya dan agak kujepit-jepit pinggiran bibir vaginanya dengan lembut dan penuh perasaan. Sangat lembut. (bersambung)

jagan lupa di like y.... thx.........

Rabu, 19 Desember 2012

tante molek

Ibu temanku adalah wanita yang sangat seksi dan cantik meski usianya sudah 32 tahun, Hampir setiap hari aku melakukan onani akibat ga kuat menahan gejolak sex melihat kemolekan tubuh teman ibuku.

Setelah 3 minggu aku tinggal bersama mereka, timbul nafsu birahiku untuk menyetubuhi ibu temanku. Bagaimana tidak terangsang melihat wajah cantik yang dewasa dan menggairahkan serta tubuh yang seksi luar biasa (mungkin dikarenakan ikut senam). Setiap ibu temanku mandi, aku selalu menyempatkan diri untuk mengintipnya. Sambil melihat aku pun melakukan onani sampai-sampai maniku berceceran di lantai tempatku mengintip.

Disitulah setiap hari aku melakukan aktifitas ini tanpa takut ketahuan oleh ibu maupun adik dan pembantuku. Terkadang kalau tidak sempat, aku tidak membersihkan bekas maniku karena takut ibu temanku lebih dulu datang. Aku tidak tahu dia sadar akan hal ini atau tidak, tapi yang pasti sampai 3 minggu ini masih aman.

Pada pagi hari ibu temanku menyiapkan sarapan untukku, aku duduk di meja makan menunggu sarapan tiba. Waktu itu pembantu sudah berangkat belanja ke pasar. Kulihat ibu temanku hanya memakai celana dalam, sedangkan bagian atasnya dia hanya memakai kaos, sehingga tonjolan dadanya terlihat sekali. Mungkin dia tidak risih berpakaian demikian karena seisi rumah biasanya hanya wanita, tetapi aku yang melihatnya membuat jantungku berdegup kencang dan darah mudaku pun mendesir. Apalagi sarapan yang kumakan kebanyakan menambah libido, sehingga birahiku pun semakin tinggi.

“Say.., celanamu kenapa..?” tanyanya.

Memang pada saat itu batang kemaluanku tegang sekali sampai terlihat dari luar celana. Saking kagetnya ditanya demikian, gelas yang sedang kuminum pun tumpah, untung tidak pecah.

“Kalau minum pelan-pelan dong, Sayang..” sahutnya sambil mendekatiku dan mengelap tumpahan air di bajuku.
Begitu dia mendekat aku merasa tidak tahan lagi. Aku segera berdiri dan memeluknya serta menghisap lehernya. Waktu itu otakku sudah keruh dan tak perduli apa-apa lagi.

“Say, jangan.. aku ini ibu temanmu mu..,” hanya itu yang dia katakan, tetapi dia sedikit pun tidak melawan, malah kemudian membiarkan aku membuka kaosnya sehingga tubuh indahnya pun terlihat.

Aku pun mulai menggerayangi seluruh tubuhnya, payudaranya yang besar kuhisap seperti pada waktu aku masih bayi, dan tanganku kupakai untuk memijat payudara sebelahnya serta untuk memeluknya.

Setelah itu daerah erotis lainnya pun segera kunikmati seperti dadanya, ketiak, sampai akhirnya aku terduduk mengarah persis di celana dalamnya. Kulihat waktu itu CD-nya sudah basah sekali, lalu kutarik CD-nya ke bawah dan langsung aku melakuan oral seks di liang kewanitaan ibu temanku. Waktu itu terciumlah bau khas wanita yang sebenarnya kurang sedap, tapi bau itu merupakan bau terindah yang pernah kucium dikarenakan nafsuku sudah memuncak.


Aku pun menciumi permukaan kemaluannya sambil lidahku menari-nari di daerah paling sensitifnya, perbuatanku ini membuatnya melonjak seperti kesetrum.

“Cukup Roy, hentikanlaah.. aah..” katanya tetapi tangannya terus memegangi kepalaku yang tenggelam di selangkangannya, bahkan menahanku untuk tetap menjilatinya.

Saat lidahku menjilati klitorisnya dengan lembut, tidak lama kemudian tubuh ibu temanku mengejang dengan hebat, dan desahannya semakin keras. Aku tidak perduli lagi dan terus menjilati kemaluan ibu temanku yang memuncratkan cairan-cairan kental saat dia mencapai orgasme tadi. Kuhisap semua cairan yang keluar, meskipun rasanya aneh di lidah tetapi terasa nikmat sekali.

Kemudian ibu temanku yang terlihat lelah melepaskan kepalaku dan duduk di kursi makan. Aku pun segera berdiri dan melucuti pakaianku. Dia tampak terkesan melihat batang kemaluanku yang besar dengan panjang kira-kira 15 cm dan berdiameter 4 cm. Ketika aku mendekat, ibu temanku mendorongku hingga aku terduduk di kursi makan dengan sisa tenaganya yang lemas. Kupikir ibu temanku menolak dan akan marah, tetapi dia segera berlutut mengarah ke batang kejantananku. Mulutnya begitu dekat ke kemaluanku tetapi dia diam saja. Aku yang sudah tidak tahan segera mendorong kepalanya menuju batang kejantananku.

Ibu temanku langsung mengulum senjataku dengan penuh nafsu. Hal itu terlihat dari kulumannya yang liar dan berirama cepat serta tangannya menggosok pangkal kemaluanku. Sambil dia melakukannya, kubelai rambutnya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak terkira dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Sampai akhirnya aku merasa tidak tahan lagi, air maniku menyembur di dalam mulut ibu temanku.

Dia segera memuntahkannya, dan kemudian membersihkan sisa-sisa air mani yang menetes di batang kejantananku dengan mulutnya. Melihat batang kejantananku masih tegang, dia segera naik ke pangkuanku dan membimbing burungku memasuki sarangnya. Akhirnya tenggelamlah seluruh batang kemaluanku ini ke liang senggamanya. Gila.., rasanya luar biasa sekali. Meski aku sering jajan, tapi kuakui liang kewaniataan ibu temanku ini terasa nikmat luar biasa dibanding lainnya.

Dia mulai naik turun menggosok batang kejantananku sambil memeluk kepalaku sehingga aku berada persis di belahan payudaranya. Hal itu kumanfaatkan untuk menikmati sekitar wilayah dadanya.

Akhirnya dia berada di puncak orgasmenya, dan langsung mengerang kenikmatan. Aku pun mulai kewalahan menghadapi goyangannya yang semakin liar, dan akhirnya muncratlah air maniku untuk kedua kalinya di dalam liang senggamanya. Kami pun lalu saling berciuman dengan mesra. Kemudian tanpa berkata apa-apa, dia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan badannya.

Waktu itu aku sadar bahwa aku telah menyetubuhi ibu temanku sendiri, karena merasa bersalah aku segera meninggalkannya untuk berangkat kuliah setelah berbenah, sementara dia masih di kamar mandi.

sampai disini dulu ceritanya jangan lupa di like ya....

cewe diperkosa bergiliran

Si Gadis bernasib sial. Gadis berusia 16 tahun ini digilir enam pemuda. Ia diperkosa secara bergiliran di sebuah gubuk, tengah hamparan sawah. Anak salah seorang warga di Kecamatan Maniangpajo, Wajo, itu diperkosa di Desa Macanang, Kecamatan Majauleng, Wajo, pada 3 Januari, namun baru terungkap setelah pihak Polsek Majauleng, menyerahkan kasus tersebut ke Polres Wajo, Senin, 22 Januari lalu.Si Gadis yang diperkosa tersebut, tidak dapat berbuat banyak karena dilakukan pada malam sekitar pukul 20.00 Wita. Berteriak pun hanya sia-sia karena TKP-nya di tengah hamparan sawah. Keenam tersangka yang melakukan pemerkosaan tersebut yakni: Jy, Th, Am, Ms, An, dan Ac. Dari enam tersangka yang menggilir Si Gadis itu, baru satu yang berhasil diamankan pihak kepolisian, sementara lima lainnya masih buron. Tersangka saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polres Wajo. Mereka terus menjalani pemeriksaan, Selasa, 23 Januari kemarin.
Menurut keterangan pihak kepolisian, sebelum kejadian, korban dijemput oleh salah seorang tersangka, Th, sekitar pukul 18.00 Wita. Korban dibawa ke Desa Macanang dengan alasan sebuah kegiatan. Namun sesampainya di desa itu, korban malah diajak ke tengah sawah di sebuah gubuk. Sesampainya di gubuk itu, korban diraba-raba oleh pelaku dan kemudian dengan dipengangi oleh teman-temannya, Th membuka pakaian korban hingga telanjang, korban kemudian diperkosa. Bahkan, pada saat diperkosa oleh Th yang ambil bagian pertama kali, karena dialah yang membawa gadis kesana, tangan korban dipegang pelaku lainnya.
Usai melampiaskan nafsunya, teman-temannya yang lain kemudian ikut menggilir korban. Usai diperkosa oleh keenam pelaku, Gadis diikat dalam keadaan tanpa busana digubuk tersebut untuk kemudian digilir lagi sampai para pelaku puas menjelang subuh, Th sempat mengantar korban pulang ke rumahnya dengan menggunakan sepeda motor, yang semula digunakan juga menjemputnya.
Tersangka yang saat ini mendekam di sel tahanan Polres Wajo, mengakui dirinya turut memperkosa korban di tengah sawah. Bahkan kepada polisi, Ac, 20, mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukannya

cewe yang diperkosa

Gimana cerita dewasa ini sesungguhnya ? simak saja ceritanya sebagai berikut.

Suasana haru mengiringi perceraian ortuku,Itu aku sangat terpuruk atas kejadian naas,aku tak lagi percaya semua itu.Tapi mereka semua tetep suport aku untuk selalu belajar aku menatap kehidupan yang cerah dan terarah.

Tidak seperti kisah orang tuaku yang gagal dalam membina rumah tangga,anak nya”aku”menjadi korban atas ke egoisan mereka.Tapi aku terima dengan iklas dengan apa yang sedang menimpaku berharap ada sebuah keajaiban pada akhirnya.

Hingga aku berhasil dalam memasuki pergurang tinggi Negri kedua ortu bangga terhadapku,Aku senang walau kadang aku tak percaya bahwa mereka tak bersama kulagi.Keluargaku saat itu hidup berkecukupan.

Ayahku yang berkedudukan sebagai seorang pejabat teras sebuah departemen memang memberikan nafkah yang cukup bagiku dan ibuku, walaupun ia bekerja secara jujur dan jauh dari korupsi, tidak seperti pejabat-pejabat lain pada umumnya. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Dari segi materi, memang aku tidak memiliki masalah, begitu pula dari segi fisikku. Kuakui, wajahku terbilang cantik, mata indah, hidung bangir, serta dada yang membusung walau tidak terlalu besar ukurannya.

Semua itu ditambah dengan tubuhku yang tinggi semampai, sedikit lebih tinggi dari rata-rata gadis seusiaku, memang membuatku lebih menonjol dibandingkan yang lain. Bahkan aku menjadi mahasiswi baru primadona di kampus.

Akan tetapi karena pengawasan orang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku tidak pernah pergi keluyuran ke luar rumah tanpa ditemani ayah atau ibu. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Namun setelah perceraian itu terjadi, dan aku ikut ibuku yang menikah lagi dua bulan kemudian dengan duda berputra satu, seorang pengusaha restoran yang cukup sukses, aku mulai berani pergi keluar rumah tanpa didampingi salah satu dari orang tuaku. Itupun masih jarang sekali.

Bahkan ke diskotik pun aku hanya pernah satu kali. Itu juga setelah dibujuk rayu oleh seorang laki-laki teman kuliahku. Setelah itu aku kapok.

Mungkin karena baru pertama kali ini aku pergi ke diskotik, baru saja duduk sepuluh menit, aku sudah merasakan pusing, tidak tahan dengan suara musik disko yang bising berdentam-dentam, ditambah dengan bau asap rokok yang memenuhi ruangan diskotik tersebut.

“Don, kepala gue pusing. Kita pulang aja yuk.”

“Alaa, Mer. Kita kan baru sampai di sini. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Rugi kan. Lagian kan masih sore.”

“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”

“Gini deh, Mer. Gue kasih elu obat penghilang pusing.”

Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Aku pun langsung menelan obat sakit kepala yang diberikannya.

“Gimana sekarang rasanya? Enak kan?”

Aku mengangguk. Memang rasanya kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Semacam aliran aneh menjalari sekujur tubuhku. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Antara sadar dan tidak sadar, kulihat temanku itu tersenyum. Kurasakan ia memapahku keluar diskotik. “Ini cewek lagi mabuk”, katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Lalu ia menjalankan mobilnya ke sebuah motel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.

Setiba di motel, temanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk ke dalam sebuah kamar. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang.

Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang.

Kedua belah buah dadaku yang ranum dan kenyal merapat pada dadanya. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. “Ouuhhh… Don!” desahku.

Temanku meraih tubuhku yang ramping. Ia segera mendekapku dan mengulum bibirku yang ranum. Lalu diciuminya bagian telinga dan leherku. Aku mulai menggerinjal-gerinjal. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Sementara itu tangannya mulai membuka satu persatu kancing blus yang kupakai. Kemudian dengan sekali sentakan kasar, ia menarik lepas tali BH-ku, sehingga tubuh bagian atasku terbuka lebar, siap untuk dijelajahi.

Tangannya mulai meraba-raba buah dadaku yang berukuran cukup besar itu. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya.

“Don… Ouuhhh… Ouuhhh…” rintihku saat tangan temanku sedang asyik menjamah buah dadaku.

Tak lama kemudian tangannya setelah puas berpetualang di buah dadaku sebelah kiri, kini berpindah ke buah dadaku yang satu lagi, sedangkan lidahnya masih menggumuli lidahku dalam ciuman-ciumannya yang penuh desakan nafsu yang semakin menjadi-jadi.

Lalu ia menanggalkan celana panjangku. Tampaklah pahaku yang putih dan mulus itu. Matanya terbelalak melihatnya. Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda.

Dia mulai meremas-remas kedua belah gumpalan pantatku yang memang montok itu.

“Ouh… Ouuh… Jangan, Don! Jangan! Ouuhhh…” jeritku ketika jari-jemari temanku mulai menyentuh bibir kewanitaanku.

Namun jeritanku itu tak diindahkannya, sebaliknya ia menjadi semakin bergairah. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Aku semakin menggerinjal-gerinjal dan berulang kali menjerit. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Kepala temanku turun ke arah dadaku. Ia menciumi belahan buah dadaku yang laksana lembah di antara dua buah gunung yang menjulang tinggi.

Aku yang seperti tersihir, semakin menggerinjal-gerinjal dan merintih tatkala ia menciumi ujung buah dadaku yang kemerahan. Tiba-tiba aku seperti terkejut ketika lidahnya mulai menjilati ujung puting susuku yang tidak terlalu tinggi tapi mulai mengeras dan tampak menggiurkan.

Seperti mendapat kekuatanku kembali, segera kutampar wajahnya. Temanku itu yang kaget terlempar ke lantai. Aku segera mengenakan pakaianku kembali dan berlari ke luar kamar.

Ia hanya terpana memandangiku. Sejak saat itu aku bersumpah tidak akan pernah mau ke tempat-tempat seperti itu lagi.

Sudah dua tahun berlalu aku dan ibuku hidup bersama dengan ayah dan adik tiriku, Rio, yang umurnya tiga tahun lebih muda dariku. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas.

Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas berwarna putih agak krem, dengan blazer merah yang sewarna dengan rokku yang ujungnya sedikit di atas lutut.

Sampai suatu saat, tiba-tiba ibuku terkena serangan jantung. Setelah diopname selama dua hari, ibuku wafat meninggalkan aku. Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Sejak itu, aku hanya tinggal bertiga dengan ayah tiriku dan Rio.

Sepeninggal ibuku, sikap Rio dan ayahnya mulai berubah. Mereka berdua beberapa kali mulai bersikap kurang ajar terhadapku, terutama Rio.

Bahkan suatu hari saat aku ketiduran di sofa karena kecapaian bekerja di kantor, tanpa kusadari ia memasukkan tangannya ke dalam rok yang kupakai dan meraba paha dan selangkanganku.

Ketika aku terjaga dan memarahinya, Rio malah mengancamku. Kemudian ia bahkan melepaskan celana dalamku. Tetapi untung saja, setelah itu ia tidak berbuat lebih jauh. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Ia hanya memandangi kewanitaanku yang belum banyak ditumbuhi bulu sambil menelan air liurnya. Lalu ia pergi begitu saja meninggalkanku yang langsung saja merapikan pakaianku kembali. Selain itu, Rio sering kutangkap basah mengintip tubuhku yang bugil sedang mandi melalui lubang angin kamar mandi.

Aku masih berlapang dada menerima segala perlakuan itu. Pada saat itu aku baru saja pulang kerja dari kantor.

Ah, rasanya hari ini lelah sekali. Tadi di kantor seharian aku sibuk melayani nasabah-nasabah bank tempatku bekerja yang menarik uang secara besar-besaran.

Entah karena apa, hari ini bank tempatku bekerja terkena rush. Ingin rasanya aku langsung mandi. Tetapi kulihat pintu kamar mandi tertutup dan sedang ada orang yang mandi di dalamnya.

Kubatalkan niatku untuk mandi. Kupikir sambil menunggu kamar mandi kosong, lebih baik aku berbaring dulu melepaskan penat di kamar. Akhirnya setelah melepas sepatu dan menanggalkan blazer yang kukenakan, aku pun langsung membaringkan tubuhku tengkurap di atas kasur di kamar tidurnya.

Ah, terasa nikmatnya tidur di kasur yang demikian empuknya. Tak terasa, karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, aku pun tertidur tanpa sempat berubah posisi.

Aku tak menyadari ada seseorang membuka pintu kamarku dengan perlahan-lahan, hampir tak menimbulkan suara. Orang itu lalu dengan mengendap-endap menghampiriku yang masih terlelap.

Kemudian ia naik ke atas tempat tidur. Tiba-tiba ia menindih tubuhku yang masih tengkurap, sementara tangannya meremas-remas belahan pantatku. Aku seketika itu juga bangun dan meronta-ronta sekuat tenaga. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Namun orang itu lebih kuat, ia melepaskan rok yang kukenakan. Kemudian dengan secepat kilat, ia menyelipkan tangannya ke dalam celana dalamku. Dengan ganasnya, ia meremas-remas gumpalan pantatku yang montok.

Aku semakin memberontak sewaktu tangan orang itu mulai mempermainkan bibir kewanitaanku dengan ahlinya. Sekali-sekali aku mendelik-delik saat jari telunjuknya dengan sengaja berulang kali menyentil-nyentil klitorisku.
“Aahh! Jangaann! Aaahh…!” aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya.

Akan tetapi ia mengacuhkanku. Tanpa mempedulikan aku yang terus meronta-ronta sambil menjerit-jerit kesakitan, jari-jarinya terus-menerus merambahi lubang kenikmatanku itu, semakin lama semakin tinggi intensitasnya.

Aku bersyukur dalam hati waktu orang itu menghentikan perbuatan gilanya. Akan tetapi tampaknya itu tidak bertahan lama. Dengan hentakan kasar, orang itu membalikkan tubuhku sehingga tertelentang menghadapnya. Aku terperanjat sekali mengetahui siapa orang itu sebenarnya.

“Rio… Kamu…” Rio hanya menyeringai buas.

“Eh, Mer. Sekarang elu boleh berteriak-teriak sepuasnya, tidak ada lagi orang yang bakalan menolong elu. Apalagi si nenek tua itu sudah mampus!”

Astaga Rio menyebut ibuku, ibu tirinya sendiri, sebagai nenek tua. Keparat.

“Rio! Jangan, Rio! Jangan lakukan ini! Gue kan kakak elu sendiri! Jangan!”

“Kakak? Denger, Mer. Gue tidak pernah nganggap elu kakak gue. Siapa suruh elu jadi kakak gue. Yang gue tau cuma papa gue kawin sama nenek tua, mama elu!”
“Rio!”

“Elu kan cewek, Mer. Papa udah ngebiayain elu hidup dan kuliah. Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk meminta imbalan dari elu. Bales budi dong!”
“Iya, Rio. Tapi bukan begini caranya!”

“Heh, yang gue butuhin cuman tubuh molek elu, tidak mau yang lain. Gue tidak mau tau, elu mau kasih apa tidak!”
“Errgh…”

Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Dengan memaksa ia melumat bibirku yang merekah itu, membuatku hampir tidak bisa bernafas. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Aku mencoba meronta-ronta melepaskan diri. Tapi cekalan tangan Rio jauh lebih kuat, membuatku tak berdaya. “Akh!” Rio kesakitan sewaktu kugigit lidahnya dengan cukup keras.

Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.

Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Kemudian ia membentangkan kedua tanganku, dan mengikatnya masing-masing di ujung kiri dan kanan tempat tidur.

Demikian juga kedua kakiku, tak luput diikatnya, sehingga tubuhku menjadi terpentang tak berdaya diikat di keempat arah.

Oleh karena kencangnya ikatannya itu, tubuhku tertarik cukup kencang, membuat dadaku tambah tegak membusung. Melihat pemandangan yang indah ini membuat mata Rio tambah menyalang-nyalang bernafsu.

Tangan Rio mencengkeram kerah blus yang kukenakan. Satu persatu dibukanya kancing penutup blusku. Setelah kancing-kancing blusku terbuka semua, ditariknya blusku itu ke atas.

Kemudian dengan sekali sentakan, ditariknya lepas tali pengikat BH-ku, sehingga buah dadaku yang membusung itu terhampar bebas di depannya.

“Wow! Elu punya toket bagus gini kok tidak bilang-bilang, Mer! Auum!” Rio langsung melahap buah dadaku yang ranum itu. Gelitikan-gelitikan lidahnya pada ujung puting susuku membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa. Semakin keras aku meronta-ronta tampaknya ikatan tanganku semakin kencang. Sakit sekali rasanya tanganku ini. Jadi aku hanya membiarkan buah dada dan puting susuku dilumat Rio sebebas yang ia suka.

Aku hanya bisa menengadahkan kepalaku menghadap langit-langit, memikirkan nasibku yang sial ini.

“Aaarrghh… Rio! Jangaannn..!” Lamunanku buyar ketika terasa sakit di selangkanganku. Ternyata Rio mulai menghujamkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku.

Tambah lama bertambah cepat, membuat tubuhku tersentak-sentak ke atas. Melihat aku yang sudah tergeletak pasrah, memberikan rangsangan yang lebih hebat lagi pada Rio.

Dengan sekuat tenaga ia menambah dorongan kemaluannya masuk-keluar dalam kewanitaanku. Membuatku meronta-ronta tak karuan.

“Urrgh…” Akhirnya Rio sudah tidak dapat menahan lagi gejolak nafsu di dalam tubuhnya. Kemaluannya menyemprotkan cairan-cairan putih kental di dalam kewanitaanku.

Sebagian berceceran di atas sprei sewaktu ia mengeluarkan kemaluannya, bercampur dengan darah yang mengalir dari dalam kewanitaanku, menandakan selaput daraku sudah robek olehnya. Karena kelelahan, tubuh Rio langsung tergolek di samping tubuhku yang bermandikan keringat dengan nafas terengah-engah. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

“Braak!” Aku dan Rio terkejut mendengar pintu kamar terbuka ditendang cukup keras. Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.
“Papa!”

“Rio! Apa-apa sih kamu ini?! Cepat kamu bebaskan Merry!”
Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Rio mematuhi perintah ayahnya. Segera dibukanya seluruh ikatan di tangan dan kakiku. Aku bangkit dan segera berlari menghambur ke arah ayah tiriku.

“Sudahlah, Mer. Maafin Rio ya. Itu kan sudah terjadi”, kata ayah tiriku menenangkan aku yang terus menangis dalam dekapannya.

“Tapi, Pa. Gimana nasib Meriska? Gimana, Pa? Aaahh… Papaa!” tangisanku berubah menjadi jeritan seketika itu juga tatkala ayah tiriku mengangkat tubuhku sedikit ke atas kemudian ia menghujamkan kemaluannya yang sudah dikeluarkannya dari dalam celananya ke dalam kewanitaanku.

“Aaahh… Papaa… Jangaaan!” Aku meronta-ronta keras. Namun dekapan ayah tiriku yang begitu kencang membuat rontaanku itu tidak berarti apa-apa bagi dirinya. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Ayah tiriku semakin ganas menyodok-nyodokkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku. Ah! Ayah dan anak sama saja, pikirku, begitu teganya mereka menyetubuhi anak dan kakak tiri mereka sendiri.

Aku menjerit panjang kesakitan sewaktu Rio yang sudah bangkit dari tempat tidur memasukkan kemaluannya ke dalam lubang anusku.

Aku merasakan rasa sakit yang hampir tak tertahankan lagi. Ayah dan kakak tiriku itu sama-sama menghunjam tubuhku yang tak berdaya dari kedua arah, depan dan belakang.

Akibat kelelahan bercampur dengan kesakitan yang tak terhingga akhirnya aku tidak merasakan apa-apa lagi, tak sadarkan diri. Aku sudah tidak ingat lagi apakah Rio dan ayahnya masih mengagahiku atau tidak setelah itu.

Beberapa bulan telah berlalu. Aku merasa mual dan berkali-kali muntah di kamar mandi. Akhirnya aku memeriksakan diriku ke dokter. Cerita Dewasa Pemerkosaan.

Ternyata aku dinyatakan positif hamil. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Aku mengandung?

Kebingungan-kebingungan terus-menerus menyelimuti benakku. Aku tidak tahu secara pasti, siapa ayah dari anak yang sekarang ada di kandunganku ini. Ayah tiriku atau Rio.

Hanya mereka berdua yang pernah menyetubuhiku. Aku bingung, apa status anak dalam kandunganku ini. Yang pasti ia adalah anakku. Lalu apakah ia juga sekaligus adikku alias anak ayah tiriku?

Ataukah ia juga sekaligus keponakanku sebab ia adalah anak adik tiriku sendiri?

Selasa, 18 Desember 2012

cewe pendiam namun menghanyutkan

 
 
ini adalah pertemuan antara kedua insan yang mana masih ada hubungan kekeluargaan yang mana kisahnya bermula pada suatu hari aku baru selesai mandi sore aku kaget dan gembira,



ternyata yang datang adalah Eva, saudara sepupuku yang kuliah di Surabaya,

semester pertama, usianya sekitar 19 tahun.

"Hai, kamu sukanya bikin kejutan. Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau

datang?" kataku basa-basi.

"Kalau bilang dulu mau nyediain apa.."

Setelah basa-basi kutawarkan mandi dulu agar hilang capeknya. Selesai

mandi, ia membereskan kembali tasnya. Sepintas ia melihat dinding di

sekeliling kamarku, yang penuh dengan gambar telanjang. Dia tersenyum dan

berkomentar.

"Bagaimana kalau ada anak-anak yang masuk ke kamar ini", aku jawab bahwa

kamar ini khusus untuk orang yang sudah dewasa.

"Kalau begitu ada gambar yang lebih porno lagi dong.."

"Ada, mau lihat?"

Sebelum menjawab, kuambilkan beberapa foto porno kegemaranku yang kusimpan

di dalam lemari pakaianku.

"Mau lihat, nggak apa-apa kok untuk pelajaran aja."

Dengan ragu-ragu ia terima juga foto-foto kategori XX, dan dilihatnya

dengan cermat, entah apa yang berkecamuk di dalam hatinya aku tidak tahu,

tapi terlihat ekspresinya begitu tenang sekali. Entah karena sudah

terbiasa, atau karena begitu pandainya ia menyembunyikan perasaannya.

"Gimana, komentar dong."

"Ada filmnya nggak?"

"Nggak ada, tapi kalau yang asli justru ada", kataku sambil bergurau.

"Yang asli mana, coba" aku terkejut mendengar pernyataannya, sampai-sampai

aku hampir tidak bisa menjawabnya.

"Eh, ada tapi itu anu.." aku jadi gugup, sambil kuarahkan jariku ke arah

kemaluanku.

"Tapi apa Mas.."

"Tapi harus ada gantinya, barter gitulah."

"Tapi kalau yang ini aku nggak punya", sambil ujung jarinya menunjukkan

kemaluan pada gambar yang ia pegang.

"Yang semacam juga nggak pa-pa"

"Yang bener nih", sambil tangannya bersiap-siap mau memegang daerah

terlarangku yang masih terbungkus celana.

"He-eh bener", kujawab saja sekenanya, aku kira hanya gertakan saja dia

mau memegang kemaluanku. Betapa kagetku ternyata tangannya benar-benar

memegang kemaluanku dari luar celana.

Aku tidak bisa bilang apa-apa, selain menikmatinya dengan perasaan senang.

Secara refleks kuraih kepalanya dan kudekap sambil dalam hati berkecamuk

memikirkan peristiwa ini. Kalau pacar atau orang lain aku tidak bingung,

tetapi ini adalah saudara sepupuku yang sewaktu kecil sering bermain

bersama. Tetapi karena ia terus mengusap kemaluanku dari luar celana, aku

buang pikiran itu jauh-jauh keraguanku. Keputusanku adalah menikmati saja

peristiwa ini.

Kucium keningnya, pipinya dan bibirnya. Sambil kugerayangi punggungnya,

lehernya, pinggangnya, pantatnya dan terakhir buah dadanya. Sebagai

penjajakan saja apa reaksinya. Ternyata ia diam saja, bahkan semakin keras

memegang selangkanganku. Terus kuciumi bibirnya sampai nafasnya memburu.

Kubuka kausnya, dan aku melihat kulit tubuh yang tidak pernah terkena

matahari itu demikian menimbulkan birahiku. Kubuka BH-nya dan tambah kagum

aku atas keindahannya. Kuelus buah dadanya yang kenyal dan sekali-kali

kupencet putingnya yang membuat nafasnya makin memburu. Begitu aku

berusaha mencium buah dadanya, ia mundur sambil menarik tanganku ke arah

tempat tidur.

Dalam keadaan telentang tampaknya ia sudah siap menerima tindakanku

berikutnya, buah dadanya yang menantang bergelantungan. Sebelum aku

mendekatkan diri, aku melepaskan pakaianku hingga tuntas, sehingga batang

kejantananku yang sudah membesar tergantung-gantung mengikuti gerak dan

langkahku. Bersamaan dengan itu ia melepaskan juga pembungkus tubuhnya


yang masih tersisa, sehingga kami benar-benar sudah telanjang bulat.

Tubuhnya benar-benar mulus, tidak ada cacat, payudaranya sedang, masih

kencang, puting susunya coklat tua, mendekati hitam, perutnya ramping,

lipatan kecil di perutnya menunjukkan belum begitu banyak lemak di situ,

pinggulnya sedang, bulu kemaluannya tipis, sehingga bibir kemaluannya yang

mengatup dengan rapi terlihat begitu indahnya.

Ia raih batang kemaluanku, dan aku mendekatkan diri sehingga mudah baginya

untuk mengulum dan menjilati batang kejantananku. Sementara tanganku tanpa

kusadari sudah meraih bibir kemaluannya yang sudah basah. Kuelus-elus

bibir kemaluannya sambil kucari dan sesekali kusentuh klitorisnya. Dan

kumasukkan jari tengahnya menggapai dasar kemaluannya. "Jilat kepalanya",

aku berbisik kepadanya. Dengan sigapnya ia segera tahu maksudku. Ia segera

mulai menjilati kepala kemaluanku yang semakin membesar saja dan mengkilap

oleh jilatan. Rasa geli dan nikmat bercampur jadi satu. Birahiku

benar-benar sudah sampai di ujung, ingin segera mengikuti naluriku untuk

segera memasukkan ke dalam liang senggamanya. Tetapi nanti dulu, kuciumi

dulu tubuh Eva, dari mulai bibir, telinga, leher, buah dada, perut dan

liang kewanitaannya. Kujilat-jilat klitorisnya yang membuat dia

menggelinjang ke kanan kiri tidak karuan, pantatnya dia angkat

tinggi-tinggi sehingga aku mempunyai ruang yang baik untuk melakukan

kegiatanku menjilati klitorisnya yang sekilas kulihat semakin bengkak dan

merah.

Sampai suatu saat tubuhnya makin menegang sambil berteriak menyebutkan

sesuatu yang tidak jelas, bersamaan dengan itu membanjirlah cairan bening

dari liang kewanitaannya. "Aku sampai Mas, aku sampai Mas.." begitulah

ucapan yang kutangkap dengan nafas terengah-engah.

Kemudian kuambil posisi untuk menyetubuhinya, kemaluanku yang sudah tegang

dan membesar di ujungnya kusiapkan di depan pintu gerbang kewanitaannya.

Dengan bimbingan tangannya, kumasukkan kemaluanku sampai habis tertelan

oleh liang kenikmatannya. Kembali ia mengerang, sambil memelukku dengan

keras. Sejenak kudiamkan saja batang kejantananku di dalam. Kurasakan

pijitan liang kewanitaannya sangat membuatku semakin nikmat. Batang

kejantananku masih kudiamkan terendam di situ.

Eva mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, sampai kusentuh dasar kemaluannya

yang terasa seperti benjolan yang semakin keras menyentuh-nyentuh kepala

kemaluanku. Semakin nikmat rasanya, sehingga aku sendiri tidak tahan lagi

dengan gesekan dan pijitan dari liang senggamanya sehingga otot-otot pada

tubuhku menegang dan bersamaan dengan itu, tanpa kusadari keluar maniku

membasahi dan menghangatkan dasar kemaluannya. Kurasakan Eva lagi-lagi

mencapai orgasme. Kali ini lebih panjang erangannya, semakin kuat ia

memelukku dan gerakan tubuhnya semakin tidak teratur. Kutancapkan

dalam-dalam kemaluanku, hingga kami saling berpelukan. Beberapa detik

kemudian kami terkulai. Aku masih belum ingin mencabut kemaluanku yang

bersarang dengan damai di liang sorganya. Kubalik tubuhku sehingga ia

menjadi menindihku. Eva benar-benar puas dan sangat-sangat kelelahan.

Beberapa menit kemudian ia sudah tertidur dengan pulas. Kemaluanku yang

sudah melemah masih berada di dalam liang kewanitaannya.

Aku pun tertidur, dengan perasaan lega. Tengah malam kami bangun dan

bermain lagi sampai puas. Tiap bangun bermain lagi. Sampai akhirnya kami

benar-benar tertidur hingga jam 10 pagi. Karena di rumah tempat kost-ku

cukup tesedia makanan instan. Sehingga hari itu kami bisa melakukan dengan

sepuas-puasnya, dan kami merasa tidak perlu lagi memakai baju di dalam

rumah. Memasak air, menyapu mencuci piring selalu diselingi dengan adegan

percintaan. Sampai sore hari ia berpamitan kembali ke Surabaya melanjutkan

kuliahnya. Sejak saat itu ia sering ke kotaku. Sampai ia mempunyai pacar

dan menikah.

ciri-ciri cewe idaman

 1) Bersopan santun
Wanita yang lemah lembut dan bersopan santun akan membuatkan lelaki cair melihat setiap pergerakan dan percakapan anda.
2) Pandai Memasak
Yang ni adalah ciri-ciri yang paling penting sekali yang patut ada pada wanita. Wanita yang pandai memasak mampu menguruskan rumah tangga dengan lebih baik. Lelaki juga lebih tertarik dengan wanita yang pandai memasak ni.
3) Pembersih
Wanita yang pembersih ni menjadi kegilaan setiap lelaki yang kurang pembersih. Ini kerana, semua kerja dirumah akan diuruskan oleh anda tanpa dipaksa oleh si suami.

 
4) Taat
Wanita perlulah taat dan tidak melawan setiap percakapan lelaki. Ada kalanya melawan itu penting jika si jejaka mempelawanya untuk melakukan perkara yang tidak senonoh dan terlarang.
5) Bersifat keibuan
Secara jujur, lelaki lebih gemar pada wanita yang mempunyai sifat keibuan. Sebagai contohnya, suka pada baby dan kanak-kanak, suka memujuk kanak-kanak menangis, dan sebagainya. Kenapa? sejuk hati seorang lelaki bila melihat anda peka terhadap alam rumahtangga walaupun anda belum berumahtangga. Dan itu merupakan salah satu bonus buat anda yang bersifat keibuan.
6) Jadi pendengar setia dan bukan menjadi pembangkang
Lelaki juga tidak pernah lari daripada masalah. Masalah yang dihadapi biasanya akan dikongsi bersama dengan orang yang tersayang dengan harapan sedikit sebanyak dapat mengurangkan beban yang dialami. Jika anda ingin tunjukkan rasa simpati dan ambil berat anda, bagi peluang untuk dia bercakap dan meluahkan perasaan dia. Jangan sesekali anda bangkang mereka. Itu hanya memburukkan keadaan. Jika anda tidak speendapat dengannya, jangan terus membangkang. Lelaki perlu dipuji dahulu beberapa kali sebelum anda bangkang.
7) Jadi seorang yang berdikari dan tidak mudah putus asa
Lelaki lebih gemar seorang wanita yang kuat semangat dan tidak bergantung pada lelaki. Kadang-kadang sesetengah wanita terlampau manja untuk meminta pertolongan lelaki sedangkan perkara itu mampu mereka lakukan sendiri. Pada awalnya,mungkin lelaki akan tahan kerana cinta, namun jika ia berlarutan, lelaki itu akan merasa rimas yang terlampau dan merasakan wanita itu gedik dan ambil kesempatan. Jadi, wanita boleh meminta tolong lelaki jika betul-betul tidak mampu dan bukannya untuk mengambil kesempatan.
8) Sentiasa berterus terang dan tidak hipokrit.
Sama seperti wanita, lelaki juga suka wanita yang terus terang dan tidak hipokrit. Jangan terlampau sempurna di hadapan lelaki semata-mata untuk menutup kelemahan anda. Lelaki mencintai anda seadanya dan boleh menerima kelemahan anda. Sentiasa berterus terang tentang sikap anda yang sebenar. Hal ini lebih disenangi lelaki.

apakah anda termasuk wanita idaman.....?????